Pohon Kehidupan
Dalam Kekristenan, pohon kehidupan melambangkan keadaan manusia yang tak bernoda, bebas dari dosa asal. Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa “Salib adalah pohon kehidupan yang sejati.” Santo Bonaventura mengajarkan bahwa buah obat dari Pohon Kehidupan adalah Kristus sendiri.Sedangkan Santo Albertus Agung mengajarkan bahwa Ekaristi, Tubuh dan Darah Kristus, adalah Buah dari Pohon Kehidupan; dan Santo Agustinus dari Hippo mengatakan bahwa pohon kehidupan adalah Kristus.

Kita dapat melihat tentang pohon kehidupan ini, pertama kali muncul dalam Kitab Kejadian 2: 9 dan 3: 22-24. Pohon itu digambarkan sebagai  sumber kehidupan kekal. Ketika manusia akhirnya jatuh ke dalam dosa dan diusir dari taman Eden, Allah lalu menutup akses menuju ke pohon itu. Pohon kehidupan itu kemudian muncul kembali dalam Kitab Wahyu. Hal yang paling menonjol dalam bab terakhir dari buku itu (bab 22) adalah bagian dari taman surga yang baru. Allah tidak lagi menutup akses menuju ke pohon kehidupan itu bagi mereka yang “mencuci jubah mereka” dengan darah Kristus dan Allah juga mengatakan bahwa daun-daun dari pohon kehidupan akan menyembuhkan bangsa-bangsa (ayat 1 -2).

Sebagai Suster-suster Cinta Kasih Putri-putri Maria dan Yosef, kita dikenali dari medali pohon kehidupan yang kita pakai. ‘Semua itu menjadi tanda hidup bakti kita, hidup injili dan tanda ikatan kita sama yang lain,” (Kons. 62). Pohon kehidupan adalah simbol yang hidup dan memberi kehidupan. Jika merujuk pada Injil Yohanes bab 15, maka pohon kehidupan menyimbolkan “tinggal dalam.” Para suster PMY diharapkan tinggal dalam Allah dan Yesus, putra-Nya. Maria dan Yosef, Yohanes dan Vincentius, Jacobus Antonius Heeren dan Anna Catharina van Hees; keempat akar dalam pohon spiritualitas PMY, adalah teladan yang konkrit dalam “tinggal dalam” Allah.

 

0-33 M
33 - 100 M
Abad ke-17
Abad ke-19
Abad ke21
0-33 M

Yesus, Ibu Maria dan St. Yosef

Allah adalah kasih dan Yesus adalah wujud kasih Allah (c.f1 Yohanes 4:8, Efesus 4:4-9)
Yesus sebagai putra dan hamba Allah --> bagaimana mengembangkan sikap dan spiritualitas keanakan?

Via Ibu Maria dan St. Yosef menuju Yesus

1. Maria Sebagai orang tua spiritual PMY :
- Maria dalam konteks sejarah PMY
- Maria hamba Allah
- Maria yang membidani penampilan Yesus di depan umum (Yohanes 2:2-12)
- Maria yang tertusuk pedang/hati tersuci Maria (Lukas 2:35)
- Maria di kaki salib (Yohanes 19:26-27)
- Keutamaan-keutamaan Ibu Maria

2. St. Yosef sebagai orang tua spiritual PMY
- St. Yosef dalam kontek sejarah PMY
- St. Yosef dalam Kitab Suci
- St. Yosef tersembunyi secara berabad-abad
- Keutamaan-keutamaan St. Yosef

3. Maria dan Yosef yang membangun komunitas cinta kasih

Apa Arti Nama PMY untuk kita?

33 - 100 M

St. Yohanes Rasul Cinta Kasih

1. St. Yohanes dan Pastor Heeren.

2. Injil Yohanes dan surat Yohanes yang membahas cinta kasih --> In Omnibus Caritas

3. Yohanes 15 yang secara khusus membahas tentang "Pokok Anggur" atau "pohon kehidupan"

Abad ke-17

St. Vincentius de Paul dan St. Louise de Marillac

Pengalaman St. Vincentius dan St. Louise de Marillac

St. Vincentius :
1. Pengalaman saat muda sampai menjadi imam muda
2. Sosio masyarakat Perancis abad ke-17
3. Pengalaman Follevile dan Chatillon
4. Berdirinya Ibu-ibu Cinta kasih (AIC), Kongregasi Misi (CM) dan Putri Kasih (PK/DC).
5. Bertemu dengan St. Louise de Marillac
6. St. Vincentius meninggal di Paris

Warisan-warisan St. Vincentius :
1. Referensi-referensi, dokumen-dokumen dan aturan-aturan.
2. St. Vincent's way and spiritual discernment.
St. Vincentius membangun dan mengembangkan semangat misi --> bagaimana membangun semangat misi dalam PMY?

St. Louise de Marillac :
1. Latar belakang keluarga
2. tulisan-tulisan spiritual St. Louise de Marrilac.

(Catatan : Referensi St. Louise de Marillac digunakan hanya sebagai tambahan pengetahuan) masuk dalam referensi.

Frederick Ozanam (Didalami sebagai dasar perkembangan spiritualitas bagi vrowen DMJ)

Abad ke-19

Jacobus Antonius Heeren dan Anna Catharina van Hees

Jacobus Antonius Heeren
1. Latar belakang keluarga J.A Heeren
2. Panggilan Heeren
3. Efek dari Revolusi Perancis
4. Sosio masyarakat abad ke-19 di den Bosch
5. Kemiskinan di kota Den Bosch
6. Pengalaman bertemu dengan orang-orang miskin
7. Hati yang tergerak (c.fMatius 14:14)
8. J.A Heeren sebagai yang lembut dan feminim.

Anna Catharina van Hees
1. Latar belakang keluarga A.C.H
2. Pengalaman (mistik) rohani A.C.H sebagai jalan kesucian
3. A.H.C sebagai "yang tersembunyi."
4. A.H.C sebagai ibu

Abad ke21

Zaman Kita

1. Latar belakang keluarga (maraknya perselingkuhan, keluarga kecil)
2. Kondisi sosial masyarakat Indonesia (PErgaulan bebas, kemajuan teknologi...)
3. Kondisi ekonomi & polotik
4. Persektif masyarakat tentang panggilan hidup bakti
5. Dll (masih perlu digali melalui refleksi dan update referensi penelitian tentang kondisi dan situasi abad 21)