Renungan Pra Paskah I | Mat 4:1-11
Pernahkah Anda merasa berada di “titik terendah”, di mana rasa lapar—baik fisik maupun batin—begitu menggoda untuk dipuaskan dengan cara instan?
Injil hari ini membawa kita ke padang gurun. Setelah 40 hari berpuasa, Yesus mengalami lapar yang nyata. Di saat raga-Nya melemah, Iblis datang membawa tawaran yang terlihat masuk akal, namun mematikan. Mari kita belajar dari tiga ketegasan Yesus dalam menghadapi godaan tersebut:

1. Dari Roti Menuju Firman: Mengendalikan Hasrat
“Perintahkanlah batu-batu ini menjadi roti.”
Iblis menyerang kebutuhan dasar kita: perut dan kenyamanan. Di zaman modern, ini adalah godaan hedonisme—keinginan memuaskan indra secara berlebihan, bahkan terkadang lewat jalan yang tidak jujur seperti korupsi demi kemewahan.
Yesus menjawab: “Manusia hidup bukan dari roti saja.” Tubuh memang butuh makan, namun jiwa butuh pengendalian diri. Melalui puasa, kita belajar mengendalikan keinginan yang tidak teratur agar hidup kita menjadi lebih bersahaja (ugahari).
2. Kuasa Duniawi vs Otentisitas Iman
“Jatuhkanlah diri-Mu ke bawah… Malaikat akan menatang Engkau.”
Ini adalah godaan relasi kuasa dan popularitas. Iblis ingin Yesus memamerkan kehebatan-Nya. Seringkali, kita pun mencobai Tuhan dengan bersikap tidak jujur atau “bertopeng” demi meraih jabatan dan pengakuan. Orang yang gila kuasa seringkali lupa bahwa hidup bukan tentang ego, melainkan tentang pelayanan.
Yesus mengingatkan: “Jangan mencobai Tuhan!” Keamanan hidup kita bukan terletak pada posisi duniawi, melainkan pada kejujuran hati di hadapan Allah.
3. Ketaatan Mutlak: Menyembah Sang Sumber Hidup
“Semua itu akan kuberikan, jika Engkau sujud menyembah aku.”
Inilah puncak segala godaan: menukar ketaatan kepada Allah dengan keuntungan dunia. Bagi kita, ketaatan kepada Allah adalah harga mutlak yang tidak bisa ditawar.
Ketaatan ini tidak hanya dalam doa, tetapi nyata dalam praktik kasih: melayani sesama yang menderita dan merawat alam ciptaan. Dengan kekuatan doa, kita menyatukan diri dengan Yesus yang telah mengalahkan kegelapan.
Undangan Pertobatan Seluruh Diri
Memasuki Masa Pra Paskah I ini, mari kita membuka jalan pertobatan menyeluruh:
- Pertobatan Jiwa & Raga: Memperbarui semangat tapa dan doa.
- Pertobatan Ekologis: Menjaga keselamatan alam semesta sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan.
Selamat memasuki masa retret agung. Mari kita menang bersama Yesus.
Wonosobo, 20 Februari 2026
Sr. Patricia Casiana Lestari PMY




