PMY Indonesia — Menjelang pengikraran prasetia seumur hidup, dua suster yunior yang akan berprofesi kekal di Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Puteri Maria dan Yosef (PMY) harus menyelesaikan rangkaian masa persiapan rohani. Ziarah batin yang berlangsung di dua tempat, yakni Rumah Retret Roncalli, Salatiga, dan Griya Samadi Vinsentius, Prigen, Pasuruan, ini menjadi momen krusial untuk menemukan kembali akar panggilan personal bersama Allah melalui refleksi pendalaman Tri Kaul.

Perjalanan rohani di Roncalli dan Prigen ini didesain bukan sekadar sebagai rotasi geografis atau pemenuhan jadwal kelas normatif. Di tengah suasana yang hening dan sejuk, para yunior calon profesi kekal diundang untuk menanggalkan seluruh rutinitas pelayanan harian. Penarikan diri sejenak ini bertujuan agar mereka dapat mendengarkan kembali suara Sang Gembala Agung yang telah memanggil mereka untuk memeluk kehidupan membiara.

Di Rumah Retret Roncalli, atmosfer yang tertata rapi dan penuh keheningan bertransformasi menjadi laboratorium rohani yang subur bagi penyembuhan batin (healing). Melalui pendalaman Tri Kaul, para suster diajak untuk melihat sejarah hidup personal mereka secara jujur. Proses ini mengintegrasikan aspek afektivitas manusiawi demi, secara khusus menghayati kaul kemurnian yang sehat, memeluk kesepian sebagai ruang rahmat, serta mengubah cinta posesif menjadi kasih universal yang membebaskan.

Sementara itu, di Griya Samadi Vinsentius Prigen dengan kemegahan alamnya yang menantang memberikan nuansa kontekstual yang kuat bagi pendalaman spiritualitas Vinsentian. Di tengah alam Prigen, para suster mendalami kaul kemiskinan sebagai sikap lepas bebas dari kelekatan duniawi demi ketergantungan mutlak pada pemeliharaan Allah. Selain itu, kaul ketaatan direfleksikan sebagai wujud diskresi bersama pemimpin—sebuah kepatuhan yang lahir dari pencarian kehendak Allah secara mendalam demi perutusan bersama.

“Kami mengalami pengalaman personal yang mendalam dengan Allah selama masa persiapan ini. Tri Kaul bukanlah tiga beban yang membelenggu hidup, melainkan tiga pilar kemerdekaan injili yang memungkinkan kami melayani tanpa batas bagi orang miskin dalam semangat Vinsensian. Kemiskinan membebaskan tangan kami untuk memberi, kemurnian membebaskan hati kami untuk mencintai tanpa syarat, dan ketaatan membebaskan kehendak kami untuk siap diutus ke mana pun Kongregasi membutuhkan sesuai dengan kaul keempat di Kongregasi PMY,” ungkap para suster calon profesi kekal dalam refleksi bersama mereka.

Ziarah rohani ini melahirkan pribadi-pribadi baru yang siap diutus kembali ke medan karya masing-masing dengan membawa kesadaran rohani yang segar. Rahmat waktu, tempat, dan bimbingan yang telah diterima kini mulai diuji dalam kesetiaan sehari-hari di tengah kebisingan tugas pelayanan. Buah dari persiapan kaul di Roncalli dan Prigen ini pada akhirnya memperteguh komitmen para suster muda PMY untuk terus menjadi bentara kasih Tuhan yang merdeka, utuh, dan total demi keselamatan sesama, khususnya mereka yang miskin dan telantar.
Sr. Kalista Rosalia Rieka Intirmanti PMY









