YOGYAKARTA – Di tengah suasana tenang dan asri Novisiat Suster-suster Carolus Borromeus (CB) Yogyakarta, sekitar 66 Novis I dan Novis II (didampingi 15 pendamping) dari berbagai kongregasi bruder dan suster berkumpul untuk mengikuti Kursus Gabungan Novis (KGN), Jumat (6/3/2026). Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 08.00 pagi ini menjadi momen penting bagi para calon religius untuk mendalami Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1983 sebagai kompas dalam menjalani hidup bakti.

Materi kursus yang dibawakan oleh Rm. Agustinus Tri Edy Warsono, Pr ini menekankan bahwa hukum dalam Gereja bukanlah sekadar batasan, melainkan norma yang mengatur ketertiban hidup bersama sebagai komunitas orang beriman. Bagi seorang novis, memahami KHK adalah langkah krusial untuk mengetahui hak dan kewajiban mereka, baik di dalam kongregasi, komunitas, maupun dalam lingkup Gereja yang lebih luas.

“Seorang religius harus tahu apa yang menjadi hal terpenting yang harus ditaati dalam menjalani masa Novis,” ungkap Rm. Tri Edy dalam sesi materinya. Ia menjelaskan bahwa KHK berfungsi sebagai mekanisme kerja yang menyelaraskan sifat ilahi Gereja yang tak kelihatan dengan sifat manusiawinya yang nampak secara organisatoris. Melalui pemahaman hukum ini, para novis diajak untuk selalu berpedoman pada peraturan yang telah disepakati oleh otoritas tertinggi Gereja.

Antusiasme peserta nampak jelas meski durasi kegiatan kali ini lebih singkat dari biasanya. Jika umumnya KGN diadakan selama tiga hari, karena berbagai macam faktor, pertemuan kali ini dipadatkan menjadi satu hari yang penuh energi. Para calon suster dan bruder ini mengikuti setiap sesi dengan seksama, menyadari bahwa ketaatan pada norma adalah bagian dari pembaktian diri dalam cinta kasih kepada Allah (consecratio).
Kehangatan persaudaraan antar-tarekat sangat terasa saat jam menunjukkan pukul 13.00 siang. Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama yang menjadi ruang berbagi cerita antar-novis. Menariknya, suasana penuh toleransi dan hormat juga mewarnai taman novisiat CB; beberapa novis dan pendamping memilih untuk tetap menjalankan puasa dan pantang Prapaskah, sehingga mereka tidak ikut serta dalam makan bersama namun tetap hadir dalam kebersamaan tersebut.
Bagi para peserta, kursus singkat ini bukan sekadar pengisian wawasan intelektual, melainkan bekal batin untuk menjalani panggilan dengan lebih teguh. Dengan memahami aturan main dalam “Rumah Tuhan,” para novis diharapkan mampu bertumbuh menjadi pribadi yang tertib, bertanggung jawab, dan semakin serupa dengan pribadi Yesus Kristus dalam pelayanan mereka kepada dunia.
Sr. Gerarda Maria Dominika Bora, Novis I PMY.







