Tiga Belas Tahun Menabur Kasih di Timor Leste: Dari Rumah Kontrakan hingga Terangnya Sekolah bagi Anak Disabilitas

oleh -504 Dilihat

BAUCAU, TIMOR LESTE – Perjalanan misi Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Putri Maria dan Yosef (PMY) di Bumi Lorosae kini memasuki babak baru yang penuh syukur. Setelah dimulai dengan kesederhanaan pada tahun 2013, Kongregasi PMY meresmikan tuntasnya pembangunan gedung sekolah, asrama, dan rumah komunitas permanen di Buruma, Baucau, pada tahun 2024. Langkah panjang ini menandai komitmen para suster dalam memperluas jangkauan pelayanan bagi anak-anak disabilitas dan pembinaan iman umat di Timor Leste.

Gedung sekolah Sint Marie dan asrama Sint Jose
Susteran PMY
Ekaristi syukur pemberkatan gedung asrama, sekolah dan susteran PMY oleh Mgr. Leandro Maria Alves, Uskup Keuskupan Baucau.

Perjalanan ini berawal dari sebuah rumah kontrakan milik warga setempat, tempat para suster PMY angkatan pertama meletakkan batu pertama pelayanan mereka. Kini, di atas lahan yang dibeli pada tahun 2016, telah berdiri kokoh fasilitas pendidikan yang menjadi harapan baru bagi anak-anak disabilitas dan warga sekitar. Kehadiran bangunan permanen ini bukan sekadar soal fisik gedung, melainkan simbol keberlanjutan misi yang sempat berpindah-pindah demi mencari tempat terbaik bagi anak-anak disabilitas.

Dalam perjalanannya, fokus pelayanan para suster mengalami perkembangan yang menyentuh. Awalnya, misi ini ditujukan khusus untuk anak-anak disabilitas tuli. Namun, jeritan hati para orang tua dengan kondisi anak yang beragam membuat para suster membuka pintu lebih lebar. Kini, sekolah ini menjadi tumpuan bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual, autis, down syndrome, hingga speech delay.

Sr. Ana Adelcia Belo PMY sedang mengajar di kelas.

“Perkembangan ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk menjangkau lebih luas pendidikan anak-anak disabilitas di Timor Leste,” ujar Sr. Crescentiana PMY. Beliau menekankan bahwa profesionalitas para guru dan pendamping terus diasah seiring dengan beragamnya latar belakang anak-anak yang mereka layani. “Semua ini didasari oleh spiritualitas kongregasi kami, yaitu In Omnibus Caritas— cinta kasih dalam segalanya.”

Zr. Felicitas (visitator dari Belanda) dan para suster PMY yang pernah berkarya dan masih berkarya di Timor Leste. Serta dua suster muda PMY yang adalah asli Timor Leste.

Seiring dengan kemajuan fasilitas pendidikan, kehidupan membiara para suster pun semakin tertata. Sejak Maret 2025, komunitas di Baucau kini tidak hanya diisi oleh para suster dari Indonesia, tetapi juga suster-suster pribumi Timor Leste. Mereka adalah Sr. Ana Adelcia Belo PMY dan Sr. Doroteia da Costa PMY. Kehadiran dua suster muda ini membawa angin segar bagi pelayanan pastoral. Para suster kini lebih aktif menggerakkan pembinaan iman anak di lingkungan Buruma serta melanjutkan pelayanan membagi komuni bagi lansia dan orang sakit.

Sr. Ana Adelcia Belo PMY dan Sr. Doroteia da Costa PMY bersama kedua orang tua mereka.

Meski gedung telah tegak berdiri, para suster menyadari bahwa perjalanan masih panjang. Fokus ke depan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota kongregasi pribumi agar pelayanan semakin mengakar di tanah Timor Leste. Mereka percaya bahwa setiap anak, apa pun keterbatasannya, memiliki hak untuk didengar dan dididik dengan kasih yang tulus.

Kegiatan ini telah mengubah wajah Buruma. Bagi orang tua yang dahulu merasa terasing karena kondisi anak mereka, sekolah ini adalah cahaya. Kehangatan yang terpancar dari senyum anak-anak yang kini mulai berani berkomunikasi secara oral menjadi bukti nyata bahwa di tangan para suster PMY, keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah kesaksian kasih yang tak bertepi.

Kehangatan yang terpancar dari senyum anak-anak yang kini mulai berani berkomunikasi secara oral menjadi bukti nyata bahwa di tangan para suster PMY, keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah kesaksian kasih yang tak bertepi.

Sr. Crescentiana Lidwina Tutut Wahyuningrum PMY, misionaris di Timor Leste.

No More Posts Available.

No more pages to load.