Kain adat tradisional Timor Leste atau biasa disebut dengan kain tais menjadi salah satu kekayaan budaya Timor Leste yang penuh dengan makna. Bukan untuk berbusana saja, kain Tais menyimpan makna mendalam bagi Masyarakat Timor Leste. Tais ini digunakan dalam berbagai momen penting, seperti upacara tradisional, pernikahan, dan sebagainya. Selain keindahannya, hal yang juga menarik dari kain tradisional Timor Leste ini yaitu tentang makna warna-warnanya. Budaya tradisional Timor Leste yaitu Kain Tais atau kain tenun. Desain, warna, dan gaya produksi Tais sangat bervariasi di masing-masing tiga belas Distrik di Timor leste.
Dalam kantong Oecussi-Ambeno dengan citra bunga dan agama mendominasi nuansa samping tenang hitam, oranye, dan kuning. Di Dili, sebaliknya, warna-warna cerah dan panel padat mencerminkan fokus pada Tais perdagangan. Motif tersebut didukung oleh tumbuhan, memotong, mengikat, tenun, sekarat dan menyarungkan berbagai serat, rumput dan daun untuk keperluan upacara dan praktis. Kain Tais adalah bentuk tenun tradisional yang dibuat oleh wanita Timor Leste. Sebuah bagian penting dari warisan budaya nenek moyang, Tais tenunan digunakan untuk perhiasan seremonial, dekorasi rumah, dan pakaian pribadi.
Dalam penggunaan seremonial, Tais yang biasanya dipakai bersama dengan bulu, karang, emas dan atau perak. Di era kemerdekaan, pada tahun 1970an untuk pertama kalinya mulai memiliki prasasti Tais pengrajin mulai mengkhususkan diri dalam tenunan disesuaikan, serta produk-produk Tais seperti tas, sabuluh dan syal. Citra dan pola Tais sangat bervariasi dari daerah ke daerah, tetapi mereka sering termasuk pesan dari lokal dan pada peristiwa penting. Citra sering termasuk binatang seperti buaya, yaitu legenda tentang penciptaan pulau dan menjadi dasar citra ini. Tenun Tais dilakukan sendiri oleh Masyarakat Timor Leste, dengan teknik diwariskan dari generasi menggunakan sebagian besar benang katun. Sekarang produk-produk Tais tradisonal semakin kreatif dan berkembang menjadi sepatu, dres, jas, dompet, dan tas yang lebih modern.
Berikut jenis mengenai kain adat Timor Leste :
Tais Mane/Kain untuk laki-laki, kain adat ini biasa digunakan oleh pria.

Tais ki, ik/Tais kecil yang biasanya digunakan oleh semua orang baik wanita maupun pria.

Surik atau Pedang

Sabuluh feto/Kain sabuluh ini biasa digunakan oleh perempuan

Selendan biasa digunakan oleh laki-laki maupun perempuan.

Murahten (kalung) biasa digunakan oleh perempuan maupun laki-laki

Babadok hanya digunakan oleh perempuan

Aksesoris yang bisa digunakan oleh laki-laki seperti :
- Kaibauk yang bentuknya bulan sabit, di atasnya ada rumah adat.


- Belak yang bentuknya bulat

- Keluh (gelan) biasa digunakan oleh laki-laki baik kecil maupun dewasa.

Aksesoris yang bisa digunakan oleh perempuan seperti;
- Kaibauk yang bentuknya bulan sabit

- Belak yang bentuknya bulat

Mengunakan kain adat yang lengkap.
Setiap daerah memiliki aksesoris, kain adat dengan motif dan warna yang berbeda-beda.
Mengunakan Kain adat dan aksesoris
ini digunakan pada saat upacara adat dan menyambut tamu-tamu tertentu seperti; presiden, Bapa Paus, Uskup, suster dan tamu-tamu tertentu. Tamu tersebut disambut dengan berbagai tarian dan tebe-tebe. 
Tarian (tari) untuk menyambut tamu 
Hakse, ek ho bidu dan sebagainya
.


















