Penutupan Yubileum 250 Tahun Kelahiran Rm. J.A. Heeren Pr

oleh -195 Dilihat

Tanggal 27 Desember yang lalu, Kongregasi PMY merayakan pesta pelindung, St. Yohanes Rasul, sekaligus menutup rangkaian kegiatan 250 Tahun kelahiran Pastor J. A. Heeren Pr. Perayaan pesta diawali dengan Ekaristi Syukur di kapel Susteran PMY Wonosobo, yang dipimpin oleh Rm. Ernest Justin SJ.  Dalam khotbahnya Rm. Ernest memberikan 3 poin istimewa yang dapat dijadikan simpul keseluruhan kegiatan 250 Tahun Kelahiran Pastor Heeren: transformasi diri, tinggal dan hati (cinta kasih).

Bertransformasi artinya berani dan terbuka untuk berubah, seperti yang telah diteladankan oleh St. Vincentius a Paulo. Tinggal, sebagaimana yang diteladankan oleh St. Yohanes Rasul, adalah setia dan tinggal dalam kasih Allah supaya semakin berbuah. Tinggal berarti berani untuk berdiam dalam Sang Pokok Anggur, tinggal dalam Yesus, sebagaimana yang tersirat dalam lambang/simbol/medali Pohon Kehidupan yang dimiliki oleh Kongregasi PMY. Tinggal juga berarti berani tinggal dalam seluruh aspek kehidupan kongregasi, dalam komunitas dan karya. Sedangkan dari Pastor Heeren, kita diajak untuk peka menggunakan hati dalam menanggapi tantangan zaman dan melayani dengan penuh kasih. Hati adalah dasar untuk mencinta, untuk melayani dengan kasih; untuk tinggal dan mentransformasi diri.

Dalam kesempatan yang indah ini, tidak hanya para suster PMY yang hadir, namun  hadir pula umat lingkungan St. Yosef Wonosobo, Kerabat PMY, MATRI Wonosobo dan para karyawan CU Lestari. Setelah perayaan ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di ruang refter komunitas Heeren. Meskipun sederhana, acara berjalan dengan hangat dan akrab.

Hari Minggu, tanggal 28 Desember 2025, para suster Berbagi Kasih dan Berbagi Rasa, masak bersama menu-menu yang telah ditentukan oleh Panitia 250 Tahun Kelahiran Pastor Heeren. Ada kelompok yang memasak sop iga, ada yang memasak kwetiauw, capjay seafood, tahu  dan ayam crispy, dan salad buah. Penilaian oleh juri dilakukan pukul 11.00 WIB, dan dua kelompok (kelompok yang memasak tahu dan ayam crispy dan salad buah) menang, juara 1 dan 2.

Acara semakin meriah karena para suster mendapat kado Natal dari Cik Wie Lan (adik Sr. Lucia PMY). Tahun ini, para suster mendapat kain pantai yang berwarna ceria; dan adik-adik novisiat menyuguhkan tarian spontan. Setelah makan siang, para suster PMY kembali ke komunitas mereka masing-masing, menutup tahun 2025 dengan rasa syukur dan menyambut tahun yang baru dengan penuh iman, harapan dan kasih.

 

Salam In Omnibus Caritas

 


No More Posts Available.

No more pages to load.