Kegembiraan di Moederhuis: Merayakan Kebersamaan Sebelum Masa Pantang

oleh -471 Dilihat

DEN BOSCH – Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Moederhuis (Rumah Induk) pada Selasa (17/2). Para suster Kongregasi Putri Maria dan Yosef (DMJ) bersama para karyawan merayakan Karnaval sebagai bagian dari tradisi tahunan masyarakat Belanda dalam menyambut masa prapaskah.

Perayaan ini merupakan rangkaian dari kemeriahan yang dimulai sejak Minggu (15/2), diawali dengan Misa Karnaval di Katedral Sint-Jan yang megah. Selama tiga hari terakhir, masyarakat di berbagai penjuru kota bersukacita melalui musik dan tarian, sebelum akhirnya memasuki masa pantang dan puasa yang akan dimulai pada hari Rabu Abu esok.

Di dalam lingkungan biara DMJ, kemeriahan tersebut dihadirkan secara sederhana namun bermakna. Para suster dan karyawan berkumpul untuk menyanyi dan menari bersama, menciptakan suasana yang dalam bahasa setempat disebut heel gezellig—sebuah kehangatan yang mendalam dalam kebersamaan.

Para suster dan karyawan berkumpul untuk menyanyi dan menari bersama, menciptakan suasana yang dalam bahasa setempat disebut heel gezellig….

Melalui irama musik dan tawa yang menggema di ruang pertemuan, sekat-sekat formalitas antara suster dan karyawan seolah luruh. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kegembiraan adalah bagian integral dari iman, yang perlu dibagikan kepada sesama secara tulus.

Bagi para karyawan, kesempatan menari dan bernyanyi bersama para suster memberikan kesan emosional tersendiri. Di tengah rutinitas kerja, momen ini menjadi oase yang menyegarkan semangat dan mempertebal rasa kekeluargaan di lingkungan Moederhuis.

Momen ini menjadi oase yang menyegarkan semangat dan mempertebal rasa kekeluargaan di lingkungan Moederhuis.

Karnaval tahun ini pun ditutup dengan rasa syukur. Meski esok dunia akan memasuki suasana yang lebih hening dan kontemplatif dalam masa puasa, semangat persaudaraan yang terpupuk hari ini diharapkan tetap tinggal dan menjadi kekuatan dalam menjalani hari-hari pertobatan mendatang.

*Sr. V. Wahyu Triningsih PMY, misionaris di Belanda.

No More Posts Available.

No more pages to load.