BANYUMAS – Memasuki usia senja bukan berarti kehilangan binar kehidupan. Di Panti Wreda Catur Nugraha Kaliori, Banyumas, para lanjut usia (lansia) menemukan kembali arti kehangatan keluarga. Sejak didirikan pada 10 Juni 2006 oleh Mgr. Julianus Soenarko SJ bersama Kongregasi Suster PMY dan OMI, panti ini konsisten menjalankan misi pendampingan lansia yang utuh, mulai dari perawatan fisik hingga pengantaran ke peristirahatan terakhir.

Berdirinya panti ini merupakan buah kolaborasi kasih antara Keuskupan Purwokerto, para suster PMY yang dipimpin oleh Sr. Antonie Ardatin PMY dan Sr. Veronica Indrawati PMY, serta Romo Dominikus Pareta OMI. Didukung oleh pengurus Gua Maria Kaliori dan para donatur, panti ini menjadi oase bagi mereka yang membutuhkan perawatan dan penerimaan di masa tua. Dalam perjalanan waktu, para donatur dan pemerhati PWCN juga dibekali dengan spiritualitas pelayanan kongregasi PMY yang terinspirasi dari teladan Pastor J. A. Heeren, Zr. Anna Catharina van Hees dan St. Vincentius a Paulo. Pendalaman spiritualitas pelayanan kepada para donatur dan karyawan telah diberikan sebanyak tiga kali, dengan mendatangkan narasumber (alm.) Fr. Harry van Geene CMM, Zr. Rosa Wigink dan Rm. Hardjodirono CM.
Pelayanan yang Memanusiakan
Sesuai dengan visinya, “Bahagiakanlah aku dalam usia senjaku”, panti ini tidak sekadar memberikan atap untuk berteduh. Para pengurus memastikan setiap klien mendapatkan perawatan diri (self-care) yang komprehensif. Pendampingan kesehatan fisik melibatkan sinergi antara dokter, perawat, caregiver, ahli gizi, hingga fisioterapis. Sementara itu, aspek kesehatan mental dan spiritual dijaga melalui kehadiran para suster, romo, pendeta, kyai, hingga psikolog.


“Sebagai pengurus, kami bertanggung jawab memastikan setiap kebutuhan jasmani dan rohani klien tercukupi dengan layak,” ujar Sr. Theresia PMY, salah satu pengurus harian panti. Ia menekankan bahwa operasional panti, termasuk kesejahteraan karyawan, sangat bergantung pada kemurahan hati para donatur yang dijalin melalui upaya fundraising yang berkesinambungan.
Kebahagiaan sebagai Kunci Kesehatan
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lansia yang sehat secara mental dan merasa bahagia cenderung lebih terbuka terhadap aktivitas baru. Mereka memiliki tingkat resiliensi yang lebih tinggi dalam menghadapi rasa sakit maupun kesiapan menyambut maut. Hal ini dicapai melalui pola hidup teratur, mulai dari menjaga kebersihan diri, pola makan sehat, hingga manajemen stres yang didampingi dengan hati.

“Kami ingin menciptakan suasana di mana mereka merasa berada di tengah keluarga sendiri. Di sini, tidak ada sekat antara pengelola dan klien; semua adalah saudara, ayah, ibu, oma, dan opa,” ungkap Sr. Theresia PMY.
Mendampingi Hingga Akhir Hayat
Kehangatan yang tercipta di Panti Wreda Catur Nugraha membuat sebagian besar lansia merasa betah dan memilih tinggal hingga akhir hayat mereka. Panti ini memegang teguh komitmen untuk mendampingi setiap individu dalam masa-masa kritis, menyediakan perawatan rohani, hingga menyiapkan tempat pemakaman atau prosesi kremasi yang layak sesuai keyakinan masing-masing.

Ketulusan layanan ini terpancar dari senyum para lansia yang merasa dimanusiakan. Melalui sentuhan lembut para suster dan dedikasi para perawat, panti ini membuktikan bahwa masa tua bukanlah akhir dari sebuah cerita, melainkan babak penuh kedamaian yang dilalui bersama keluarga baru yang dipersatukan oleh kasih Tuhan.

Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin menjadi saluran berkat bagi para lansia di Panti Wreda Catur Nugraha, dapat datang ke alamat yang tertera di bawah ini atau menyalurkannya melalui rekening resmi panti:
PANTI WREDA CATUR NUGRAHA
Desa Suro, Kalibagor, Banyumas
Kompleks Gua Maria Kaliori
YAYASAN WAHYOBAWONO PURWOKERTO
No. HP: 0853-8532-2112
Email: pantiwredacaturnugraha@gmail.com
Blogger.com:
http://pantiwredacaturnugraha.blogspot.com
REKENING BANK:
Nama Bank: [BNI Sokaraja]
Nomor Rekening: [1101110150]
Atas Nama: [Panti Wreda Catur Nugraha]
*Sr. Theresia Sumini PMY












