✨ Mendaki untuk Melihat, Turun untuk Melayani

oleh -283 Dilihat

Renungan Minggu Prapaskah II

“Wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih berkilauan seperti terang.” — Matius 17:2

Pernahkah Anda merasa sangat lelah dengan rutinitas, hingga ingin “kabur” sebentar ke tempat yang tenang? Atau sekedar “me time”?

Minggu Prapaskah II mengajak kita mendaki Gunung Tabor bersama Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Di sana, wajah Yesus berubah bercahaya. Saking indahnya momen itu, Petrus berseru: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini!” Ia ingin membangun kemah dan tinggal di sana selamanya. Ia ingin menghentikan waktu agar tidak perlu kembali ke hiruk-pikuk dunia yang penuh persoalan.

Namun, suara dari dalam awan mengingatkan: “Inilah Anak-Ku… dengarkanlah Dia!”

Mendengarkan Yesus berarti siap untuk turun gunung. Cahaya di puncak gunung bukan untuk disimpan sebagai kenangan manis, melainkan bekal untuk menghadapi lembah kehidupan yang gelap. Kita sering ingin “nyaman” dalam doa (di atas gunung), tapi enggan menghadapi realita (di kaki gunung).

Pesan untuk kita minggu ini: Prapaskah bukan hanya soal menahan lapar, tapi soal memperbaiki “pendengaran” hati. Jika hari ini hidupmu terasa berat, ingatlah: Tuhan memberikan “momen Tabor”—seperti kedamaian saat Ekaristi atau kehangatan keluarga/komunitas—bukan supaya kita memisahkan diri dari dunia, tapi supaya kita punya kekuatan untuk mencintai dunia yang sedang tidak baik-baik saja ini.

Jangan takut turun dari gunung. Sebab Yesus tidak tinggal di awan-awan; Ia berjalan di sampingmu, tepat di tengah debu dan peluh keseharianmu.

No More Posts Available.

No more pages to load.