Komunitas Maria – Semarang

Pada tahun 1968 Kongregasi Bruder FIC menawarkan sebuah kerja sama dalam karya pelayanan. Tawaran tersebut disambut dengan baik oleh Pimpinan Kongregasi, maka segera sesudah menerima tawaran tersebut Pimpinan Kongregasi PMY berkonsultasi dengan Pimpinan Gereja Keuskupan Agung Semarang yaitu Kardinal Yustinus Darmoyuwono Pr. Ternyata Bapak Kardinal menyetujui  dan memberi izin kepada Tarekat untuk bekerja di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Setelah mempersiapkan segala sesuatu pada tahun yang sama dibukalah Komunitas Semarang di kampung Randusari Sepaen, dengan beberapa anggota Suster yaitu Sr. Martinetta, Sr. Yosephine, Sr. Anna Maria. Sesuai dengan maksud Bruder FIC, para Suster berkarya di Yayasan Sosial Soegijapranata.

Pada awalnya para Suster bekerja untuk ibu-ibu  kelurga miskin sosial ekonomi karena ditinggal suaminya yang menjadi tahanan politik. Para Suster mulai  dengan memberi kursus menjahit kepada ibu-ibu. Nampaknya karya itu berkembang sehingga harus membuka cabang kursus penjahitan di kampung Mayangsari. Dari karya penjahitan meluas ke karya pendidikan anak-anak tak mampu di daerah Gunung Brintik. Kemudian karya lain telah menanti yaitu Poliklinik milik YSS. Rupanya Tuhan memang menghendaki para Suster berkarya di Semarang, karena tidak berselang lama para Suster diminta untuk ikut serta dalam karya pelayanan bagi orang-orang lanjut usia di Panti Wreda Rindang Kasih. Tetapi karena tenaga para Suster sangat terbatas, maka sampai akhir tahun 1999 karya pelayanan yang ditangani para Suster hanya Panti Wreda. Pasang surut pelayanan kepada orang-orang lansia telah dijalani oleh para Suster, dan akhirnya pada tahun 2006 karya pelayanan di Panti Wreda pun berakhir bagi para Suster.

Dalam perjalanan waktu,  beberapa Suster juga bekerja di lingkungan Yayasan Pangudi Luhur milik Kongregasi Bruder FIC. Para Suster bekerja antara lain  di SD Don Bosco, SMP Dominico Savio, SMA St. Thomas, SMK PL. Namun kembali ke masalah tenaga suster, dengan sangat terpaksa keterlibatan para Suster pun berakhir karena ada yang pindah tugas, namun ada juga  yang sampai purna waktu yaitu Sr. Bernadette. Namun pada tahun 2003 – 2011, ada beberapa Suster secara bergantian bekerja di Wisma Syalom yang juga milik Kongregasi Bruder FIC, dan Suster yang bekerja di Wisma Syalom menjadi anggota komunitas Semarang

Untuk memenuhi kebutuhan tetapi sekaligus tuntutan zaman terutama dalam bidang pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi, maka Komunitas Semarang menjadi pilihan Pimpinan Kongregasi untuk memberi kesempatan para Suster untuk studi lanjut. Maka selain para Suster yang berkarya, ada beberapa Suster yang secara bergantian studi, baik di UNIKA Soegijapranata, maupun mengikuti kursus yang mendukung karya pelayanan misalnya kursus Geriatri di RSU Karyadi atau kursus-kursus lainnya yang memang dibutuhkan. Selain itu, Tarekat/komunitas  mempunyai komitment untuk membantu  memberi tempat kost bagi para Suster dari Kongregasi lain yang sedang studi tetapi tidak mempunyai komunitas di Semarang.

Komunitas Semarang adalah buah pertama dari Kongregasi Suster PMY di Indonesia. Meski pun komunitas ini relatif kecil namun selalu mencoba untuk terlibat dalam kegiatan paroki, hal itu diwujudkan dalam ikut serta dalam bidang katekese umat, dan kegiatan pastoral lainnya dan juga terlibat dalam bidang kemasyarakatan.

Mulai bulan Desember 2017, kerjasama dengan Yayasan Soegijapranata Semarang (YSS) dilanjutkan atas permintaan dari pihak YSS. Maka Kongregasi mengutus satu suster dan berkarya di Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih.


Komunitas Maria – Semarang